St Theresia Liseux dan Ekologi Integral

Ekologi integral dalam ensiklik Laudato Si adalah pendekatan menyeluruh yang memandang bahwa krisis lingkungan dan krisis sosial-ekonomi tidak terpisahkan, melainkan satu krisis tunggal yang kompleks. Ada 4 poin utama ekologi integral, yaitu:

  1. Keterhubungan Segala Sesuatu: Segala aspek di bumi—alam, manusia, ekonomi, politik, sosial, dan spiritualitas—saling terikat erat. Kerusakan alam berdampak langsung pada kehidupan manusia. 
  2. Tangisan Bumi dan Orang Miskin: Kerusakan lingkungan (seperti polusi, perubahan iklim, dan penggundulan hutan) selalu berdampak paling parah pada kelompok masyarakat miskin dan rentan yang tidak berdaya
  3. Kritik terhadap Pola Modern: Mengkritik sifat konsumerisme berlebihan, sistem ekonomi yang hanya mengejar keuntungan, serta pandangan bahwa manusia adalah penguasa mutlak yang bebas mengeksploitasi alam. 
  4. Pertobatan Ekologis: Mengajak manusia mengubah pola pikir, gaya hidup menjadi lebih sederhana, serta menumbuhkan kepedulian moral dan spiritual dalam merawat ciptaan Tuhan. 

Hubungan antara Santa Theresia Lisieux (Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus) dan ekologi integral berakar secara mendalam pada Ensiklik Laudato Si’yang ditulis oleh Paus Fransiskus.  Meskipun Santa Theresia Lisieux hidup di dalam biara klausura pada abad ke-19 jauh sebelum istilah krisis lingkungan modern muncul, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai model spiritual utama untuk menghidupi ekologi kehidupan sehari-hari. 

Berikut adalah bagaimana spiritualitas “Jalan Kecil” Santa Theresia Lisieux menjadi fondasi bagi praksis ekologi integral:

Ekologi Integral Melalui Tindakan Sederhana

Ekologi integral bukan hanya berbicara tentang kebijakan makro lingkungan atau ekonomi global, melainkan juga tentang ekologi hidup sehari-hari. 

  1. Mematahkan Logika Egois: Paus Fransiskus menyatakan bahwa tindakan harian yang sederhana—seperti memberikan senyuman, kata-kata ramah, atau isyarat kecil kedamaian—adalah bentuk nyata ekologi integral. 
  2. Melawan Eksploitasi: Gestur kecil penuh kasih ini mematahkan logika kekerasan, eksploitasi, dan keegoisan yang menjadi akar dari kerusakan alam serta ketidakadilan sosial. 

Hubungan “Jalan Kecil” dengan Pemeliharaan Lingkungan

Spiritualitas Santa Theresia Lisieux mengajarkan manusia untuk melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang luar biasa besar. Dalam konteks lingkungan, hal ini diwujudkan melalui kebajikan ekologis sehari-hari, seperti

  1. Mengurangi penggunaan plastik dan kertas.Menghemat konsumsi air dan energi listrik.
  2. Memisahkan sampah dan mendaur ulang barang layak pakai.
  3. Memasak makanan secukupnya untuk menghindari pemborosan. 

Keterhubungan yang Utuh (Kombinasi Sosial, Spiritual, dan Alam)

Inti dari ekologi integral adalah prinsip bahwa “segala sesuatu saling berhubungan”. Kehidupan Santa Theresia mencerminkan kedamaian batin (inner peace) yang selaras dengan Tuhan, sesama, dan seluruh ciptaan. Kerusakan bumi dipandang berakar pada hilangnya kedamaian batin manusia, dan “Jalan Kecil” Theresia menawarkan pemulihan relasi tersebut.

(dri berbagai sumber)